🌸 DIAS : Juwairiyah binti Al-Harits ra.🌸

πŸƒπŸƒ[{-π——π—œπ—”π—₯𝗬 π—¦π—›π—’π—›π—”π—•π—œπ—¬π—”π—›-}] πŸƒπŸƒ

🌸 Juwairiyah binti Al-Harits ra.🌸


Juwairiyah ra. dibesarkan di tengah keluarga yang bergelimang dengan kenikmatan, karena ia adalah putri dari kepala suku bani Mushthaliq. Ayahnya bernama Al-Harits bin Abu Dhirar, tokoh yang paling disegani oleh semua anggotanya. Ia tumbuh dewasa dan tampil sebagai sosok wanita yang sangat cantik jelita, berakhlak mulia, dan terdidik, sehingga tidak heran banyak orang ingin mempersuntingnya. Akhirnya, orang yang beruntung itu adalah seorang pemuda dari Khuza'ah, Musafi' bin Shafwan.

Ketika cahaya Islam telah meliputi seluruh pelosok bumi, kaum bani Mushthaliq masih tetap "mendengkur" dalam dekapan intrik-intrik jahiliyah. Mereka menyerang masyarakat muslim yang sedang berkembang. Perang bani Mushthaliq terjadi pada bulan Sya'ban tahun 6 Hijriah. Dengan izin Allah SWT, perang itu dimenangkan oleh kaum muslimin. Dalam kejadian tersebut, Musafi' bin Shafwan, suami Juwairiyah binti Al-Harits  terbunuh di ujung pedang pasukan muslimin. Dan Juwariyah menjadi salah satu dari tawanan kaum muslim.

Ketika Rasulullah saw. membagi-bagikan tawanan dari kaum wanita bani Mushthaliq, Juwairiyah membuat kesepakatan mukaatabah dengannya. Namun Rasulullah saw. menawarkan untuk melunasi mukaatabah Juwairiyah ra. kemudian menikahinya. Dan Juwairiyah menyetujui hal tersebut. "Saat itu juga, tersebarlah berita bahwa Rasulullah saw. menikahi Juwairiyah binti Al-Harits. Mendengar berita itu, para sahabat berkata (tentang budak mereka yang berasal dari bani Mushthaliq), 'Mereka adalah besan-besan Rasulullah saw.' sehingga mereka langsung memerdekakannya. Dengan menikahi Juwairiyah, Rasulullah saw. berhasil memerdekakan 100 keluarga dari suku bani Mushthaliq. Aku tidak pernah tahu ada wanita yang lebih banyak memberi berkah kepada kaumnya dari Juwairiyah." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Setelah memeluk Islam dan menjadi istri Nabi saw., Juwairiyah ra. sangat teguh menjalankan perintah agama, tekun beribadah, rajin berpuasa, dan shalat malam. Ia tidak pernah lelah untuk berdzikir kepada Allah, Rabb yang menguasai seluruh langit dan bumi. Setiap kali bertemu dengannya, Nabi saw. memberinya pelajaran baru agar semakin bertambah ilmu, iman, dan keteguhannya dalam menjalankan kebenaran dalam hidupnya. (Sumber : 35 Sirah Shahabiyah Jilid 1 karya Mahmud Al-Mishri) 


#DiaryShahabiyah
#JuwairiyahbintiAlHarits
#LenteraPeradaban
#PenerangKebaikanPembangunPeradaban
#MuslimahCerdas
#Salimahku
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
πŸ“· bit.ly/Instagram_salimahku
πŸ“· bit.ly/instagram_fsiku
🐀 bit.ly/twitter_fsiku
πŸ“Ή bit.ly/youtube_fsiku
🌏 campsite.bio/salimahku
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
©️ Departemen Keputrian FSI-KU 1442 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🌺Press Release KAMUS-KU #5 : Perbaiki Diri Perbarui Hati🌺